Muhammad Syharul In Blog. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Modul (mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejala-gejala kehidupan)

 A.    Pendahuluan
1.      Standar Kompetensi
5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan

2.      Kompetensi dasar
5.3 Menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejala-gejala kehidupan.

3.      Tujuan pembelajaran
a.       Menjelaskan fungsi mikroskop
b.      Menjelaskan cara merawat mikroskop
c.       Menyebutkan bagian-bagian mikroskop
d.      Menyebutkan fungsi mikroskop

B.     Kegiatan Belajar

 
1.      Uraian isi
Dua nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra; yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua  titik berbeda dan terpisah.
Mikroskop yang biasa digunakan dalam laboratorium biologi adalah mikroskop monokuler (latin : mono = satu, oculus = mata). Kebanyakan objek yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop monokuler ini harus memiliki ukuran yang kecil atau tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Bentuk dan susunan objek tersebut dapat dibedakan karena beberapa bagian objek itu lebih banyak menyerap cahaya dari pada bagian-bagian yang lain. Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan lebih besar
dari pada wujud sebenarnya, hal ini disebut perbesaran. Mikroskop juga dapat membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang, hal ini disebut penguraian .
Prosedur penggunaan mikroskop:
1.    Menyiapkan Mikroskop
a.    Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat dihapan.
b.   Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. Jangan sekali-kali menggosok lensa dengan kain.
c.    Membuka kotak peralatan, keluarkan cawan petri yang berisi kaca benda dan kaca penutup. Membersihkan kain benda dengan kain katun atau kertas saring.
d.   Di atas meja kerja hanya ada mikroskop, kotak peralatan dengan isinya, buku penuntun dan catatan, bahan-bahan untuk praktikum. Menyingkirkan yang lainnya pada tempat lain yang sudah disediakan.
2.    Mengatur Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus
a.    Memperhatikan keadaan ruang praktikum, darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari depan, kiri, atau kanan) kemudian mengarahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut dan membuka diafragma atau memutar lempeng pada posisi lubang sedang. Mengatur posisi mikroskop yang memiliki kondensor mendekati meja sediaan dan menggunakan cermin datar. Untuk mikroskop tanpa kondensor menggunakan cermin cekung.
b.    Mengatur posisi revolver sehingga objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik.
c.    Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan          5-10 mm atau tubus turun maksimal.
d.   Meneropong lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan mata kanan (perlu latihan) akan nampak medan bundar putih (medan pandang). Jika terangnya tidak merata, maka kita menggerakkan sedikit cermin sampai terangnya rata. Kalau terlalu silau, kita mempersempit diafragma atau lubang pada lempeng. Jika medan pandang masih kabur berarti kurang cahaya yang masuk, maka kita membuka diafragma, pasang lubang lebih besar pada lempeng.
e.    Mikroskop siap dipakai mengamati sediaan.
3.    Cara Mengatur Jarak Lensa dengan Sediaan
a.    Memutar pengatur kasar atu makrometer ke arah empu jari, tubus turun, jarak objektif dengan meja sediaan mengecil, kemudian sebaliknya. Apa yang terjadi? Mikroskop model lain yang tubusnya miring atau tidak bisa naik turun, maka meja sediaan bergerak naik turun apabila memutar makrometer dan mikrometer.
b.    Memasang kaca benda yang berisi sediaan awetan di atas meja sediaan sedemikian rupa sehingga bahan yang diamati berada di tengah lubang meja, menjepit kaca benda dengan sengkeling sehingga tidak goyang.
c.    Jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10 mm. Jika jarak itu longgar, maka kita memutar makrometer untuk menurunkan tubus sambil melihat dari samping ujung objektif mendekati kaca benda sampai maksimum 5-10 mm.
d.   Meneropong lewat okuler sambil tangan memutar makrometer menaikkan tubus perlahan-lahan. Mengamati medan pandang sampai muncul bayangan, kalau tubus telah terangkat setengah putaran makrometer belum juga muncul bayangan, berarti terlewatkan, maka kita mengulangi langkah C kembali, kalau sudah ada bayangan tapi masih kabur, maka kita meneropong terus sambil memutar mikrometer naik atau turun sampai bayangan jelas garis atau batasan-batasannya.
e.    Memeriksa perbesaran lansa okuler dan objektif dan perbesaran bayangan tersebut.
f.     Mengeluarkan preparat yang telah diamati.
4.    Membuat Preparat Sederhana
a.    Mengambil kaca benda yang sudah dibersihkan kemudian dipegang serata mungkin.
b.    Menetesi air jernih atau air suling satu tetes di tengah-tengah.
c.    Mencabut satu serat kapas atau kapuk dengan pinset dan meletakkannya di tengah tetesan air. Untuk bahan daun waru, daun labu, dan daun kembang sepatu menggunakan silet untuk mengambil bagian epidermisnya, dan mengirisnya setipis mungkin. Sedangkan untuk bawang merah, kita mengirisnya setipis mungkin setelah itu meletakkannya di preparat.
d.   Tangan yang sebelah memegang kaca penutup antara antara empu jari dengan telunjuk dengan sisi  atau pinggir yang berlawanan.
e.    Menyentuhkan sisi dengan kaca penutup pada kaca benda dekat tetesan air dengan kemiringan 45O kemudian dilepaskan sehingga tepat menutupi tetesan air. Menyerap kelebihan air yang merembes di tepi kaca dengan kertas saring.
f.     Memasang preparat buatan pada meja sediaan  dan mengamati seperti langkah 3.b, 3.c, 3.d, dan 3.e.
5.    Mengganti Perbesaran
a.    Apabila pengamatan sudah berhasil, 3.d dan 3.e, bayangan yang nampak akan dibesarkan lagi dan jangan menyentuh posisi preparat atau tubus.
b.    Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus pada meja sediaan dan bunyi klik (periksa perbesaran)
c.    Meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar  dari bayangan yang diamati.
d.   Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar, kita menaikkan tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari, memutar revolver kembali untuk menempatkan posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi semula tanpa mengubah posisi preparat kemudian mengulang lagi langkah 3.c, 3.d, 3.e lanjut ke 5.a, 5.b, 5.c, sampai berhasil.
e.    Menaikkan tubus apabila akan mengamati bahan lain dan mengeluarkan preparat yang sudah diamati kemudian membersihkan kaca benda dan kaca penutup.
f.     Membuat sediaan baru sesuai langkah baru 4.a sampai 4.f.
g.    Pada akhir kegiatan yang menggunakan mikroskop, perhatikan hal-hal berikut :
i.      Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan tetapi kita harus mengeluarkannya.
ii.    Membersihkan preparat basah dengan kertas saring atau lap katun     (kaca benda + kaca penutup) kemudian menyimpannya dalam cawan petri dan memasukkannya ke dalam kotak perlengkapan.
iii.  Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel, menurunkan tubus serendah mungkin.
iv.  Menyimpan mikroskop  ke dalam kotak mikroskop.
v.    Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai dengan lap katun dan disimpan dalam kotaknya.
vi.  Menyimpan sendiri peralatan yang telah dibawa untuk kegiatan berikutnya.
vii. Membuang sisa bahan yang tidak digunakan lagi di tempat sampah yang tersedia.

Semakin tipis bahan yang diperiksa semakin jelas nahan yang diperoleh. Cahaya yang dipantulkan dari suatu titik objek tidak dapat direkombinasi kagi untuk membuat titik lain yang sebenarnya, tetapi hanya sebuah piringan cahaya. Daya pembesaransebuah mikroskop, yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan rincian halus, adalah sebanding dengan medium yang ditransmisi. Cahaya mempunyai panjang gelombang sekitar 0,5 mm dan daya pembesaran paling baik (meskipun menggunakan cahaya dengan gelombang paling pendek) adalah sekitar 0,45 mm obyek yang letaknya lebih dekat dari itu tidak akan diperbesar sebagai lebih dari satu objek.
Dibalik semua keunggulan dan kegunaannya, mikroskop juga memiliki kelemahan yaitu daya pisah, bukan daya pembesaran. Daya pisah adalah kemampuan untuk membedakan dua titik yang berdekatan sebagai titik yang jelas seta terpisah. Peningkatan ukuran tanpa disertai gambar yang jelas tidak berarti banyak bagi seorang yang menggunakan mikroskop. Ini berarti tidak ada gunanya mendapat gambar yang besar tetapi kabur.
Mikroskop memiliki komponen-komponen dari kaca yang mudah rusak, berupa lensa-lensa dan cermin. Makanya kita harus menghindarkan perlakuan yang dapat membuat benturan dengan komponen tersebut.
Mikroskop mempunyai komponen-komponen pendukung seperti :
1.       Kaki mikroskop, sebagai alas tempat tumpuan berdiri.
2.       Tiang, tempat bersendi lengan mikroskop, atau pegangan dengan sumbu inklinasi.
3.       Lengan atau pegangan mikroskop, yang dipegang bilamana diangkat.
4.       Cermin, alat penangkap dan pamantul cahaya.
5.       Pengatur kondensor, bila diputar akan menaikkan atau menurunkan kondensor.
6.       Kondensor, lensa yang menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke lubang meja sediaan.
7.       Diafragma, alat yang dapat ditutup dan dibuka, pengatur banyaknya cahaya yang amasuk ke kondensor.
8.       Meja sediaan, tempat meletakkan kaca benda (objek glass).
9.       Sengkeling, penjepit atau pengatur letak sediaan (objek glass).
10.   Penggerak Mekanis, alat pengatur letak kaca benda pada meja.
11.   Lubang meja sediaan, lubang di tengah-tengah meja sediaan tempat lewatnya cahaya dari kondensor masuk ke objek glass terus ke lensa objektif.
12.   Makrometer, pengatur kasar, alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara kasar.
13.   Mikrometer, pengatur halus, alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara halus.
14.   Tubus atau tabung okuler, pada ujung atasnya terdapat lensa okuler.
15.   Revolver atau pemutar objektif, cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran.
16.   Lensa objektif, yang berfungsi adalah yang menghadap tegak lurus pada meja sediaan, menerima bayangan sediaan kemudian membesarkannya.
17.   Lensa okuler, yang diintip oleh mata pengamat, menerima bayangan dari objektif dan membesarkannya.

2.      Rangkuman
Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil. Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan lebih dari pada wujud sebenarnya dan mikroskop membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang.
keunggulan dan kegunaannya  mikroskop, kelemahan yaitu daya pisah, bukan daya pembesaran. Daya pisah adalah kemampuan untuk membedakan dua titik yang berdekatan sebagai titik yang jelas seta terpisah. Peningkatan ukuran tanpa disertai gambar yang jelas tidak berarti banyak bagi seorang yang menggunakan mikroskop. Ini berarti tidak ada gunanya mendapat gambar yang besar tetapi kabur.

3.      Tes
1.      Tuliskan defenisi dari mikroskop.!
2.      Jelaskan kegunaan mikroskop dalam laboratorium.!
3.      Tuliskan dan jelaskan beberap cara merawat mikroskop dengan baik.!
4.      Tuliskan 5 bagian terpenting dari mikroskop dan jelaskan fungsinya.!
5.      Sebutkan kelebihan dan kekurangan dari mikroskop.!

4.      Kunci jawaban
1.      Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil.
2.      Dua nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra; yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua  titik berbeda dan terpisah.
Maka kita dapat melihat benda-benda renik yang tidak mampu dilihat oleh mata telanjang.
3.      Cara merawat mikroskop:
a.       Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan tetapi kita harus mengeluarkannya.
b.      Membersihkan preparat basah dengan kertas saring atau lap katun     (kaca benda + kaca penutup) kemudian menyimpannya dalam cawan petri dan memasukkannya ke dalam kotak perlengkapan.
c.       Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel, menurunkan tubus serendah mungkin.
d.      Menyimpan mikroskop  ke dalam kotak mikroskop.
e.       Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai dengan lap katun dan disimpan dalam kotaknya.
f.       Menyimpan sendiri peralatan yang telah dibawa untuk kegiatan berikutnya.
g.      Membuang sisa bahan yang tidak digunakan lagi di tempat sampah yang tersedia.
4.             Bagian-bagian yang penting pada mikroskop:
a.       Lensa okuler, yang diintip oleh mata pengamat, menerima bayangan dari objektif dan membesarkannya.
b.      Lensa okuler, yang diintip oleh mata pengamat, menerima bayangan dari objektif dan membesarkannya.
c.       Mikrometer, pengatur halus, alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara halus.
d.      Makrometer, pengatur kasar, alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara kasar.
e.       Cermin, alat penangkap dan pamantul cahaya.
5.      keunggulan dan kegunaannya  mikroskop, kelemahan yaitu daya pisah, bukan daya pembesaran. Daya pisah adalah kemampuan untuk membedakan dua titik yang berdekatan sebagai titik yang jelas seta terpisah. Peningkatan ukuran tanpa disertai gambar yang jelas tidak berarti banyak bagi seorang yang menggunakan mikroskop. Ini berarti tidak ada gunanya mendapat gambar yang besar tetapi kabur.
5. Umpan balik



      Tingkat penguasaan =  Jumlah Jawaban yang Benar       X  100%
                                                Jumlah Soal

 
Cocokanlah jawaban anda dengan kunci jawaban tes yang terdapat pada modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar.


 
Arti tingkat penguasaan : 90 – 100% = baik sekali
                                          80 – 89%   = baik
                                          70 – 79%   = cukup
                                               < 70%   = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, anda sudah dianggap lulus dengan baik. Bagus! Jika masih dibawah 80%, anda harus mengulangi materi kegiatan belajar, terutama bagian yang belum anda kuasai

Daftar Pustaka
Abercombie, M. I993. Kamus Lengkap Biologi. Jakarta: Erlangga.
Campbell, N.A. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid I. Jakarata: Erlangga.
Goldsten, Philip. 2004. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. PT Ikrar Mandiri Abadi. Jakarta.
W. Lay. 1992. Mikro biologi. Bogor: CV. Raja Wali.


Kuis soal html ini propfros.

<iframe name='proprofs' id='proprofs' height='501' width='440' frameborder=0 marginwidth=0 marginheight=0 src='http://www.proprofs.com/quiz-school/widget/v3/?id=366344&bgcolor=ffffff&fcolor=000000&tcolor=000000&w=420&h=295&ff=1&fs=medium&pplink=1&socialmedia=0&embedlink=1&showpage=1&btncolor=000000'></iframe><div style='font-size:10px; font-family:Arial, Helvetica, sans-serif; color:#000;'><a href='http://www.proprofs.com/quiz-school/story.php?title=cara-menggunakan-mikroskop' target='_blank' title='cara menggunakan mikroskop'>cara menggunakan mikroskop</a> &raquo; <a href='http://www.proprofs.com/quiz-school/' title='test maker' target='_blank'>test maker</a></div>





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Slamet Purwanto mengatakan...

Informasi sangat berguna gan. Makasih ya. Oh iya, buat kamu yang pengen beli alat laboratorium berupa mikroskop, silakan kunjungi laman alatalatlab.com. Supplier alat laboratorium ini siap membantu penelitian dan percobaan anda di lab.

Posting Komentar